Di balik roti yang lezat rasanya, ternyata ada zat adiktif yang terkandung di dalamnya.
Zat ini adalah zat penghalus untuk mempercepat proses produksi yang
ditambahkan pada roti. Zat ini memang dibuat di laboratorium dengan
bahan-bahan alami. Namun bahan alami saja yang digunakan? Ya, rambut
manusia, bulu ayam, tanduk sapi, dan lainnya.
Potassium Bromate
Potassium Bromate bisa menyebabkan kanker ginjal dan penyakit tyroid.
Penggunaan zat berbahaya satu ini sudah dilarang di negara Brazil, Uni
Eropa, Peru, Korea Selatan, dan China. Para produsen roti suka
menggunakan zat ini karena menghemat proses produksi. Potassium Bromate
bisa mempercepat roti menjadi keras dan mengurangi waktu pembuatan roti.
Biji-bijian Olahan
Tepung yang terkandung dalam roti memang terbuat dari biji-bijian.
Namun, pasti biji-bijian ini sudah kehilangan nutrisi karena telah
melalui serangkaian proses. Biji-bijian ini malah membuat gula darah
melonjak drastis.
Azodicarbonamide
Di Amerika Serikat dan Singapore, penggunaan Azodicarbonamide sudah
dilarang karena bisa menyebabkan masalah pernapasan, asma, dan alergi
bagi beberapa orang. Namun, di Indonesia beberapa produsen roti
menggunakan zat ini untuk lebih melembutkan tekstur roti.
Sirup Jagung atau Fruktosa
Jenis sirup ini banyak digunakan produsen roti karena bisa membantu
adonan mengembang dan memberikan warna coklat pada roti. Harganya pun
lebih murah dari gula tebu biasa. Sayang, sirup jagung ini sering
dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, sindrom metabolisme, ataupun
penyakit liver.
Tuesday, January 07, 2014

Posted in


0 comments:
Post a Comment