Showing posts with label Nature. Show all posts
Showing posts with label Nature. Show all posts

Patung Seribu Wajah di Tanjung Pinang, Pulau Bintan

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau Vihara Patung Seribu Wajah di Tanjung Pinang, Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Wajah setiap patung berbeda-beda lho.





Baca Selengkapnya »»


Whitehaven Surga Tersembunyi

Ada satu pantai yang tidak boleh terlewatkan. Terletak di Queensland, Australia, Pantai Whitehaven merupakan surga tersembunyi tidak jauh Great Barrier Reef.

Dunia pun mengagumi pantai tersebut. Pantai ini juga menjadi bagian dari Taman Nasional Pulau Kepulauan Whitsunday.Whitehaven tercatat sebagai Queensland’s Cleanest Beach 2008 oleh Keep Australia Beautiful. Selain itu, tahun ini TripAdvisor Travellers’ Choice Awards juga menobatkannya sebagai Pantai Terbaik di Pasifik Selatan.


Whitehaven memang terkenal karena keindahannya karena seolah belum dijamah peradaban. Keelokan yang menjadi magnet pantai ini adalah bentangan pasir silika putih cerah dan air sebening kristal menciptakan warna biru, hijau, dan putih saling berpadu cantik. Di pantai sekaligus cagar alam ini, Anda bisa menikmati kelestarian alam yang masih terjaga dan seimbang.

Pesona Whitehaven yang begitu indah membuat kegiatan terbaik di pantai ini adalah bersantai sambil menikmati pemandangan. Anda tidak perlu takut kepanasan saat berfoto di setiap sisi Whitehaven karena pasirnya tidak menyerap panas matahari. Bahkan tidak memakai alas kaki pun bukan masalah.

Kedekatannya dengan Great Barrier Reef yang menyimpan ribuan biota laut membuat Whitehaven sering dikunjungi oleh satwa laut. Jika beruntung, Anda bisa melihat dan mengambil gambar bersama kura-kura, lumba-lumba atau beragam hewan lainnya ketika menjelajahi pantai ini.

Berenang di pantai ini juga sangat menyenangkan. Kunjungi Whitehaven di bulan November, karena Anda bisa menyaksikan sekaligus ikut serta dalam serunya lomba renang dua kilometer Whitehaven Beach Ocean Swim sebagai bagian dari acara Triathlon Pulau Hamilton.

Untuk menuju ke sana, Pantai Whitehaven dapat diakses dengan perahu dari pelabuhan Pantai Arlie, Shute Harbour atau Pulau Hamilton. Jika memilih berlayar dari Pulau Hamilton, Anda perlu mampir ke Hill Inlet di ujung utara Whitehaven.

Hill Inlet adalah teluk, tempat Anda dapat berjalan kaki, berenang atau snorkeling di sekitarnya. Di sini Anda juga dapat melihat keajaiban pasir yang terguyur ombak membentuk lingkaran-lingkaran mengagumkan berwarna hijau dan putih. Sedimen alami yang terkandung di dalam air menciptakan pantulan unik berwarna biru.
Baca Selengkapnya »»


Inilah Kelima Telaga Cantik di Dieng

Propinsi Jawa Tengah identik dengan area yang mayoritas berlokasi di dataran rendah. Namun, jika menyangkut daerah dataran tinggi, kita tidak bisa melupakan Dieng. Kawasan dataran tinggi ini kerap disebut sebagai “atap Jawa Tengah”. 


Dieng mempunyai ketinggian topografi yang bervariasi, yaitu hingga sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.
 
Selama ini, banyak orang mengenal Dieng sebagai dataran tinggi dengan tanaman perkebunan yang menghijau dan berhawa dingin. Kabut menyelimuti wilayah ini pada waktu pagi dan sore. Karena berlokasi pada dataran tinggi, hawanya pun sangat dingin. Anda perlu mengenakan jaket atau pakaian hangat lain jika tengah berkunjung ke Dieng.

Dieng juga tergolong sebagai kawasan wisata di Jawa Tengah. Anda bisa mengunjungi beragam candi dan kawah-kawah yang terbentuk dari aktivitas vulkanik gunung berapi. Namun, keelokan Dieng tidak sebatas candi dan kawah. Anda juga bisa menemukan beragam telaga cantik di sana. Mari kita intip satu per satu untuk menyingkap keindahan telaga di Dieng.


Telaga Warna

Inilah salah satu telaga yang paling dicari di Dieng. Telaga ini mempunyai panorama yang menawan karena berlatar perbukitan yang menghijau. Keindahan akan semakin terasa ketika matahari bersinar cerah, dan membuat paduan birunya langit dan hijaunya perbukitan menjadi lebih dramatis.

Ditambah lagi dengan efek nuansa merah, keunguan, putih, hijau, dan biru. Tampilan telaga Warna ini sungguh mengundang decak kagum. Permukaan warna telaga yang berubah-ubah inilah yang paling banyak dicari wisatawan. Konon, kandungan sulfur atau belerang yang cukup tinggi membuat warna telaga ini menjadi beragam saat tertimpa cahaya matahari.


Telaga Pengilon

Kata “pengilon” dalam bahasa Jawa berarti cermin. Jadi, jika dilihat dari arti katanya, Telaga Pengilon bisa diartikan sebagai “telaga cermin”. Tentunya sebutan ini bukan tanpa alasan. Sebutan “pengilon” memang pas untuk melukiskan telaga ini.

Telaga Pengilon mempunyai air yang biru jernih, seolah memantulkan bayangan dari birunya langit. Begitu jernihnya, sampai-sampai telaga ini seolah seperti cermin yang bening dan berkilau ketika tertimpa cahaya matahari. Rerumputan hijau seperti rawa-rawa seolah membingkai “cermin” ini.


Telaga Merdada


Inilah salah satu telaga terbesar di Dieng. Telaga Merdada lebih dikenal sebagai sumber air bagi pertanian di sekitar Dieng. Selain itu, kawasan Telaga Merdada juga kondang sebagai kawasan wisata populer di Dieng. Jika tertarik untuk menyaksikan keindahannya, Anda bisa menyewa perahu untuk mengitari danau cantik ini. Anda juga bisa memancing ikan di danau ini.




Telaga Cebong

“Cebong” dalam bahasa Jawa berarti anak katak. Nama telaga ini memang agak unik. Namun, Anda jangan membayangkan bahwa telaga ini dihuni banyak katak sehingga terkesan menjijikkan. Sebaliknya, panorama di telaga ini tidak kalah cantik dengan danau-danau lainnya.

Telaga Cebong berlokasi di bawah Bukit Sikunir. Sikunir biasanya menjadi lokasi wisatawan untuk menyaksikan panorama matahari terbit di Dieng. Jadi, bisa dibayangkan, Anda akan menyaksikan sebuah telaga dengan latar perbukitan hijau dan petak-petak perkebunan yang elok.


Telaga Menjer

 

Keistimewaan telaga ini tidak hanya pada airnya yang jernih. Telaga yang berlokasi di ketinggian 1.300 di atas permukaan laut ini mempunyai sisi yang bersentuhan langsung dengan suatu tebing yang tinggi. 

Pahatan alam membuat tebing tersebut menjadi semacam “dinding” yang membatasi telaga. Untuk menikmati keindahannya, Anda juga bisa menaiki perahu di sini.


Ruas jalan menuju Dieng memang tidak mudah dilalui. Daerah yang sebagian kawasannya berada di Wonosobo dan Banjarnegara ini mempunyai topografi berbukit-bukit. Ruas jalan yang turun-naik dengan kelokan-kelokan tajam bukanlah kejutan. Meskipun demikian, pemandangan indah berupa perbukitan menghijau oleh tanaman perkebunan menjadi pemandangan yang lekat dalam ingatan.



Sumber : Kompas


Baca Selengkapnya »»


"Reno" Fly Geyser Yang Menakjubkan !

Geiser adalah sejenis mata air panas yang menyembur secara periodik, ia mengeluarkan air panas dan uap air ke udara. Bagaimana asal usulnya?

Fly Geyser tak sengaja terbentuk pada tahun 1916 saat pengeboran sumur untuk air. Namun air panas yang keluar terus menerus dan semakin lama membentuk sebuah kerucut yang berwarna warni yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu.

Fly Geyser Reno terletak di wilayah Reno di negara bagian Nevada USA,dan sumber mata airnya bisa digunakan untuk merebus telur lho....
Ingin mencoba ^^ ?







Sumber: Sorsow
Baca Selengkapnya »»


La Piedra Del Penol, Batu Raksasa Dengan Jahitan

La Piedra Del Penol, dalam bahasa Spanyol yang artinya “Batu di El Penol”, juga dikenal dengan nama La Piedra, adalah batu besar yang terletak di kota Guatapé, di Antioquia, Kolombia. Beratnya mencapai 10 juta ton dan menjulang setinggi 200 meter dari dataran sekitarnya, terlihat dari jarak bermil-mil di sekitar kota.
Batu besar ini, hampir seluruhnya mulus, hanya memiliki satu celah yang memanjang dari atas ke bawah di salah satu sisi. Di celah ini, terdapat 649 anak tangga batu, yang terlihat seakan-akan seperti jahitan raksasa pada batu agar tidak pecah.


Bagian atas batu besar ini terdapat daerah berpagar dengan kios-kios untuk membeli souvenir. Penjual makanan menata meja-meja di luar ruangan di mana pengunjung dapat menikmati makanan ringan dengan sebotol bir sambil menikmati pemandangan yang luar biasa yang membentang hingga ke cakrawala di setiap arah.


 
Batu raksasa ini terletak dekat perbatasan dua kota Guatapé dan El Penol. Kedua kota mengklaim kepemilikan batu ini. Pernah suatu ketika, penduduk Guatapé memutuskan untuk menyelesaikan masalah kepemilikian ini dengan mengecat nama kota pada batu ini dalam huruf putih besar.

Tidak butuh waktu lama bagi penduduk El Penol untuk melihat apa yang sedang dikerjakan penduduk Guatape, dan massa yang besar dikumpulkan untuk menghentikannya.

Hanya huruf “G” dan sebagian huruf “U” yang sempat dituliskan oleh penduduk Guatape. Dua huruf raksasa ini masih dapat dilihat pada sisi utara batu.


Baca Selengkapnya »»