Showing posts with label Extreme. Show all posts
Showing posts with label Extreme. Show all posts

Extrem! Penginapan Dengan Sensasi Tidur di Udara

Anda gemar petualangan yang memacu adrenalin? Kalau begitu Anda wajib mencoba menginap di penginapan unik satu ini saat berkunjung ke Peru.

 
Ya, dinamakan Natura Vive Skylodge, penginapan ini berlokasi di Sacred Velley dan menawarkan pengalaman bermalam di atas udara.

Dilansir dari My Modern Met, orang yang ingin menginap di sini harus mendaki tebing setinggi 400 kaki terlebih dahulu. Setelah sampai di atas tebing, baru Anda dapat masuk ke dalam kamar transparan berbentuk 'kantung' yang disebut kapsul yang terbuat dari kaca.

Anda dapat mencapai tebing ini dengan menggunakan Via ferrata atau meluncur dengan tali layaknya flying fox atau dengan mendaki lewat jalan setapak yang cukup curam.

Tak perlu khawatir, karena Anda tidak akan memanjat tebing di kedua rute tadi.

Penginapan menantang ini menyediakan tiga kamar suite berbentuk kapsul yang digantung dengan tali dan serangkaian alat-alat khusus. Seluruh kapsul tadi dapat menampung total sebanyak delapan orang. Masing-masing kapsul terdiri dari kasur, area makan dan kamar mandi dengan toilet serta wastafel ramah lingkungan. Disediakan pula tirai bagi yang membutuhkan privasi.

Kamar-kamar suite inovatif itu terbuat dari aluminium aerospace dan polikarbonat yang tahan terhadap cuaca. Kapsul tersebut juga memiliki pajang 24 kaki dan lebar 8 kaki. Tiap kapsul dilengkapi pula dengan solar panel yang mampu menyimpan energi di dalam baterai.

Dari awal hingga akhir kunjungan, Natura Vive Skylodge akan memberikan Anda pengalaman bermalam di atas langit yang sunyi. Anda dijamin akan menikmati waktu berbaring di atas kasur empuk dengan memandang bintang-bintang yang luar biasa indah lewat atap transparan.

Paket menginap di sini sudah termasuk transportasi dari Cuzco, pemandu wisata bilingual dan sarapan serta makan malam yang dilengkapi dengan wine.



Sumber : Viva
Baca Selengkapnya »»


Ekstrim !! Potong Tangan Untuk Berhenti Kecanduan Internet

Perbuatan seorang pemuda 19 tahun asal kota Nantong, Tiongkok ini benar-benar membuat geleng kepala. Dia memotong hingga putus tangan kirinya sendiri sebatas pergelangan dengan memakai sebuah pisau dapur.

Si pemuda yang namanya tak disebutkan itu, menurut laporan The Telegraph yang dikutip Kompas Tekno, Minggu (8/2/2015), rupanya berpikiran ingin menyembuhkan diri sendiri dari “penyakit” kecanduan internet. Sayang, cara yang ditempuhnya terbilang ekstrim dan membuat miris.

“Kami tak bisa menerima apa yang telah terjadi. Ini benar-benar tak disangka. Dia seorang anak yang pintar,” ujar ibu sang pemuda kepada wartawan.

Si ibu mengatakan bahwa pada Rabu (4/2/2015) lalu anaknya itu menghilang dari kamar rumah sekitar pukul 11 malam. Di tempat tidurnya hanya terdapat lembaran kertas berisi tulisan pemberitahuan.

“Ibu, saya pergi ke rumah sakit sebentar,” bunyi tulisan tersebut. “Jangan khawatir karena saya akan pulang ke rumah malam ini.”

Rupanya sang pemuda yang hanya diidentifikasi dengan nama “Little Wang” itu diam-diam ke luar rumah dan memotong tangannya di sebuah kursi taman. Dia kemudian memanggil taksi untuk pergi ke rumah sakit, sementara potongan tangannya ditinggalkan tergeletak begitu saja di tanah.

Tim dokter di sebuah rumah sakit universitas setempat berhasil menyambungkan potongan tangan sang pemuda setelah ditemukan dan dibawa oleh polisi, tetapi belum diketahui apakah si pemuda nekat bakal kembali bisa menggunakan tangannya seperti dulu atau tidak.

Pecandu internet

“Little Wang” adalah satu dari sekitar 24 juta “web junkie” atau pecandu internet yang diperkirakan berada di Tiongkok, negeri dengan jumlah populasi online sebesar 649 juta.

Pecandu internet adalah mereka yang demikian sering menghabiskan waktu di dunia maya sehingga seringkali melewatkan sekolah, atau bahkan jarang meninggalkan kamar tidur karena sibuk beraktivitas di ranah internet.

Di Tiongkok pun belakangan banyak bermunculan klinik dan pusat pelatihan ala militer untuk mengakomodir para pecandu internet yang ingin rehabilitasi.

Psikolog Tao Ran yang mengelola salah satu pusat rehabilitasi web junkie di Beijing mengatakan bahwa sekitar 14 persen pemuda di Tiongkok kini diperkirakan mengalami kecanduan internet.

“Mereka (pecandu internet) hanya melakukan dua hal, yakni tidur dan bermain (online),” kata Tao.

Fenomena ini pun telah menarik perhatian kaum politisi di  Tiongkok dan wilayah Asia Timur. Bulan lalu, misalnya, pemerintah Taiwan mengesahkan peraturan di mana orang tua bisa didenda jika membiarkan anaknya menggunakan “perangkat elektronik” dalam waktu lama.

Di Jepang, pusat-pusat “puasa internet” didirikan menyusul laporan yang menyebutkan bahwa ratusan ribu remaja di negeri sakura telah “menelantarkan” dunia nyata dan lebih giat berinternet.

Di Tiongkok sendiri, di kota Shanghai, para orang tua diharuskan mencegah anaknya “merokok, minum alkohol, berkeliaran di jalan, serta terlalu asyik dengan mainan online dan online”.

Tao mengatakan bahwa langkah-langkah yang lebih tegas perlu dilakukan dalam menyikapi para pecandu internet. Anak-anak di bawah 7 tahun, menurut dia, harus dijauhkan dari internet dan game online. Remaja di bawah 18 tahun pun disebutnya perlu dilarang masuk ke kafe internet.

 
Sumber: Kompas (The Telegraph )
Baca Selengkapnya »»


Mengangkat Tangan Selama 38 Tahun Demi Mengabdi Pada Dewa Siwa

Ada seorang karyawan di New Delhi, Amar Bharti namanya, Ia  memutuskan untuk meninggalkan aktivitas duniawinya sejak 38 tahun lalu  untuk mengabdikan diri kepada Dewa Siwa. Sebuah keputusan yang sangat extrim menurut sebagian orang karena untuk melakukan itu dia harus meninggalkan keluarga dan rumahnya.

Dari sumber yang diterima sejak saat itu Amar Bharti mengangkat lengan kanannya secara vertikal dan tidak pernah menurunkannya lagi, hingga seperti yang dapat anda lihat dalam gambar tangannya berubah dari bentuk normal.

Mengenai informasi lengkap dari ritual ini saya belum menemukan referensinya, mungkin pembaca sekalian dapat memberikan informasinya kepada RealiFact. Amar Bharti melakukan ini sejak tahun 1973 silam.

Keyakinan agama memang bisa membuat seseorang melakukan hal yang diluar nalar manusia, saya yakin pembaca semua memahami hal itu.
Baca Selengkapnya »»


Janin berusia 40 tahun

Dokter menememukan janin berusia 40 tahun di dalam perut seorang wanita asal Kolombia yang awalnya diduga sakit perut. 


Wanita berusia 82 tahun tersebut didiagnosis terkena "lithopedion", atau "bayi batu", kondisi janin berkembang di luar rahim. Kasus ini hanya terdapat kurang dari 300 kasus yang terjadi di dunia medis. Wanita itu akan menjalani operasi untuk memiliki janin tersebut yang sebagian besar terdiri dari jaringan mati. Menurut NTD TV, Dr Kemer Ramirez dari Rumah Sakit Bogot Tunjuelito menyatakan bahwa dokter melihat sesuatu "yang tidak normal di dalam perutnya" dan menduganya sebagai empedu. USG juga menunjukkan tidak ada tumor di rongga perutnya.




Sumber : Kabar24.com
Baca Selengkapnya »»


Yogi India Mengaku Tidak Makan dan Minum Selama 70 Tahun

Seorang Yogi Asal India bernama Prahlad Jani mengaku tidak makan atau minum apapun selama 70 Tahun. Pengakuan ini sangat tidak masuk akal hingga Ilmuwan militer India memutuskan untuk meneliti kakek 82 tahun itu, untuk membuktikan kebenarannya.

Prahlad Jani, pria tua itu, kini ditempatkan di ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Ahmedabad, Gurjarat. Telegraph, Kamis (29/4/2010), melaporkan, di situ dia diawasi secara ketat oleh organisasi riset pertahanan India, yang percaya bahwa sang pria mungkin memiliki kualitas istimewa yang dapat membantunya bertahan hidup.

Dia telah menghabiskan waktu enam hari tanpa makanan atau air di bawah pengamatan ketat dan para dokter mengatakan, tubuhnya belum menunjukkan adanya efek yang merugikan akibat kelaparan atau dehidrasi.



Jani, yang mengaku telah meninggalkan rumah pada usia tujuh tahun dan hidup sebagai pengelana sadhu atau orang suci di Rajasthan, dianggap sebagai breatharian yang bisa hidup dengan melakukan "tapa spiritual". Dia percaya, dirinya ditopang seorang dewa yang menuangkan suatu "obat mujarab" melalui sebuah lubang di langit-langit mulutnya. Pengakuannya itu telah didukung seorang dokter India yang ahli dalam studi tentang orang yang mengaku punya kemampuan supranatural, tetapi ia juga tak diakui sejumlah orang lain yang hanya memandangnya sebagai seorang "penipu dari desa".

Organisasi Pengembangan Penelitian Pertahanan India, yang ilmuwannya mengembangkan pesawat baling-baling, rudal balistik antar-benua, dan bom-bom jenis baru, percaya bahwa Jani bisa mengajarkan mereka untuk membantu para prajurit bertahan hidup lebih lama tanpa makanan, atau korban bencana untuk bertahan sampai bantuan tiba.

"Jika klaim itu terbukti, maka hal itu akan menjadi sebuah terobosan dalam ilmu kedokteran," kata dr G Ilavazhagan, Direktur Defence Institute of Physiology & Allied Sciences. "Kami akan bisa membantu menyelamatkan hidup umat manusia yang tertimpa bencana alam, berada di ketinggian, atau melakukan perjalanan laut dan berbagai kondisi alam dan kemanusiaan yang ekstrem. Kami bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik hidup dalam kondisi buruk dengan hanya memiliki sedikit makanan dan air atau tidak ada sama sekali," paparnya.


Sejauh ini, Jani tampaknya diperiksa dengan cermat. Dia tidak makan atau minum cairan apa pun dalam enam hari, juga belum buang air kecil dan air besar selama waktu itu. Dia tetap bugar dan sehat serta tidak menunjukkan tanda-tanda kelesuan. Dokter akan terus mengamati dia selama 15 hari, suatu periode waktu yang mereka harap dapat melihat sejumlah kelelahan otot, dehidrasi serius, kehilangan berat badan, dan kelelahan yang diikuti kegagalan organ

Di India, merupakan hal lumrah bagi orang Jain dan Hindu untuk berpuasa, kadang-kadang selama delapan hari lebih, tanpa efek yang merugikan, yang merupakan bagian dari ritual keagamaan mereka. Kebanyakan orang tidak bisa hidup tanpa makanan selama 50 hari. Berdasarkan catatan, aksi mogok makan terpanjang pernah terjadi selama 74 hari.

Menurut dr Sudhir Shah, dokter yang memeriksa Jani pada tahun 2003, ia bertahan tanpa makanan atau air selama sepuluh hari dengan kondisi urine tampaknya diserap kembali oleh tubuhnya setelah terbentuk di kandung kemihnya. Keraguan ditujukan pada klaim tersebut setelah berat badan Jani sedikit turun pada akhir uji coba.
Baca Selengkapnya »»